Jika sebuah karyawan perusahaan menyelesaikan pekerjaan di luar area perusahaan dan menggunakan internet publik maka ada kemungkinan resiko pelanggaran data mengintai, apalagi kalau perusahaan tidak menerapkan keamanan yang ketat. Maka dari itu, perusahaan harus memiliki perlindungan tambahan untuk menjaga keamanan informasi sensitif perusahaan di manapun.
Internet publik ini memang sangat beresiko sekali untuk perusahaan, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh hacker jika internet publik tersebut tidak aman. Berikut diantaranya:
1. Pencurian Identitas
Informasi pengguna internet publik sangat rentan terekspos di tempat umum jika tidak menggunakan lapisan keamanan tambahan. Di saar seperti ini hacker bisa saja mengintip data pribadi, informasi pekerjaan, lokasi yang baru dikunjungi, nomor rekening, dll. Dengan menggunakan informasi tersebut, hacker kemudian akan membuat rencana serangan yang lebih tertarget seperti misalnya email phishing.
2. Pencurian Kredensial Penting
Bahaya yang kedua adalah pembobolan akun, ini sangat berbahaya sekali karena hacker langsung mendapatkan akses masuk. Dengan begini hacker akan mudah membobol data-data yang ada di perusahaan. Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, pada saat menggunakan internet publik hindari login ke akun-akun yang berkaitan dengan bisnis dan perusahaan.
3. Terserang Malware
Dengan menggunakan internet publik maka akan memberikan jalan hacker untuk mengirim malware. Yang dimana salah satu metodenya adalah Evil Twin, metode yang dimana penyerang akan menggunakan Wi-Fi palsu untuk mengelabui target. Pada saat perangkat target tersambung ke Wi-Fi palsu tersebut, perangkat target akan di arahkan ke sebuah web situs phising.
Dari situlah penyerang menyisipkan malware. Jika malware sudah penyerang maka kemungkinan besar sistem akan rusak atau yang leb parah perusahaan akan kehilangan data penting.
4. Serangan Ransomware
Pada akhir tahun 2023, BSSN melaporkan bahwa ransomware mendominasi kasus serangan cyber di Indonesia dengan presentase lebih dari 80%. Meski tidak diketahui berapa banyak kasus ransomware yang disebabkan oleh internet publik, namun hal ini sangat memungkinkan.
5. Pembajakan DNS
Serangan ini merupakan serangan yang metodenya dengan cara memanfaatkan permintaan DNS target ke situs web jahat oleh hacker. Hacker melakukan ini dengan bantuan malware atau memanfaatkan kerentanan router internet publik. Tujuan pembajakan DNS ini umumnya untuk phishing, namun pihak tertentu mungkin juga bermaksud mengumpulkan statistik.
6. Kehilangan Kontrol Penuh Perangkat
Ini adalah bahaya yang paling mengerikan karena jika karyawan perusahaan menggunakan internet publik maka bisa jadi akan kehilangan kontrol perangkat. Ada beberapa jenis malware yang bisa melakukan ini seperti salah satu contohnya spyware yaitu pegasus yang menyerang perangkat seluler. Malware jenis ini biasanya bersembunyi dalam iklan atau situs - situs web yang terinfeksi.

